Select Menu

Random post

Animalia

Evolusi

Genetika

Pertumbuhan Tumbuhan

info

Makhluk hidup termasuk hewan dan manusia, membutuhkan energi untuk melangsungkan hidupnya. Untuk memperoleh energi, manusia perlu makan. Apa saja yang dapat dimakan oleh manusia? Manusia termasuk pemakan segala (omnivora). Namun demikian, umumnya manusia makan makanan yang mengandung karbohidrat.



Gambar 1. Seseorang Makan Nasi Untuk Memperoleh Energi
Sumber: suara.com


Makanan yang dimakan akan dicerna oleh sistem pencernaan sehingga diperoleh zat makanan yang dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh, seperti glukosa, asam amino, asam lemak, dan gliserol. Bagaimana proses metabolismenya? Untuk lebih jelasnya, perhatikan bagan berikut.



Gambar 2. Bagan Katabolisme Glukosa Dalam Respirasi Aerob 

Untuk memperoleh energi, makhluk hidup tidak cukup dengan makan makanan saja. Makhluk hidup secara umum memerlukan oksigen melalui sistem pernapasan agar dapat memperoleh energi secara sempurna. Pernepasan ini disebut dengan istilah respirasi aerob. Apabila organisme tidak menggunakan oksigen maka energi yang diperoleh pun relatif sedikit. Nah, dalam respirasi aerob, seseorang yang telah menghirup udara yang mengandung oksigen akan memperoleh banyak molekul oksigen di dalam sel-sel tubuhnya. Bersamaan dengan terurainya molekul glukosa, oksigen akan menangkap elektron-elektron yang dihasilkan sehingga dapat dipanen sejumlah energi.

Penjelasan lebih lengkap, dapat anda simak di video berikut:

- -
Standar Kompetensi : 2. Memahami pentingnya proses metabolisme pada organisme.

Kompetensi Dasar: 2.1 Mendeskripsikan fungsi enzim dalam proses metabolisme.
Soal:
I. Pilihan Ganda
1. Respirasi aerob terjadi melalui beberapa tahap. Sebelum memasuki siklus Krebs, asam piruvat terlebih dahulu membentuk ... .
a. asetil ko-A d. asam oksaloasetat
b. suksinil ko-A e. asam suksinat
c. koenzim A
2. Reaksi yang memanfaatkan energi untuk membangun molekul kompleks dari molekul yang lebih sederhana disebut….
a. katabolisme d. oksidasi
b. anabolisme e. reaksi kimia
c. air
3. Suatu enzim yang terdapat dalam hati dengan konsentrasi yang tinggi, bekerja pada peroksida air dengan menghasilkan air dan oksigen adalah enzim ... .
a. katalase d. dehidrogenase
b. peroksidase e. dehidrase
c. oksigenase
4. Proses pengikatan oksigen pada respirasi dipengaruhi oleh enzim ... .
a. heksokinase d. sitokrom
b. piruvat kinase e. oksidase
c. asetil koA
5. Bagian enzim yang berupa protein, yaitu ….
a. gugus prostetik d. apoenzim
b. holoenzim e. enzim
c. kofaktor

II. Isian
1. Molekul koenzim yang tersusun dari ikatan adenin purin yang terikat pada gula adalah ... .
2. Gugus protestik yang berasal dari senyawa organik kompleks, yaitu ... .
3. Bagian enzim yang merupakan protein adalah ... .
4. Tempat terikatnya substrat dengan molekul enzim disebut ... .
5. Molekul yang mempercepat reaksi namun tidak ikut dalam reaksi dinamakan ... .

KUNCI JAWABAN

1. A
Molekul inisiator untuk siklus Krebs berasal dari perubahan 2 mol asam piruvat hasil glikolisis menjadi 2 mol asetil koA hasil dari dekarboksilasi oksidatif asam piruvat di matriks mitokondria.
2. B
Anabolisme dapat dicontohkan pada reaksi fotosintesis. Fotosintesis merupakan reaksi pembentukan senyawa kompleks glukosa dari molekul sederhana berupa air dan karbondioksida dengan membutuhkan energi cahaya yang berlangsung di klorofil.
3. A
Enzim yang dihasilkan oleh hati adalah enzim katalase. Enzim ini berperan memecah senyawa peroksida air (H2O2) yang bersifat racun menjadi H2O dan O2 dengan reaksi sebagai berikut:
__________Katalase
2H2O2 -------------------> 2H2O + O2
4. D
Pengikatan oksigen terjadi pada saat oksigen sebagai akseptor akhir ion hidrogen akan membentuk 6 mol H2O dari 1 mol glukosa pada saat rantai transfer elektron. Dalam proses ini melibatkan enzim sitokrom a, b, dan c.
5. D
Apoenzim bersifat tidak tahan panas (termolabil). Oleh karena itu, apoenzim merupakan zat berbahan protein. Karena protein memiliki sifat tidak tahan panas.
6. ATP
7. Koenzim
8. Apoenzim
9. tapak aktif (active site)
10. Enzim


Kompetensi Dasar: 2.2 Mendeskripsikan proses katabolisme dan anabolisme karbohidrat.
Soal:
I. Pilihan Ganda
1. Reaksi respirasi yang berlangsung pada tahap pertama adalah ….
a. glikolisis d. transpor elektron
b. dekarboksilasi oksidatif e. fotosintesis
c. siklus Krebs
2. Respirasi menghasilkan produk berupa ….
a. sukrosa d. glukosa
b. CO e. oksigen
c. CO2 dan air
3. Glikolisis menghasilkan energi sebanyak ….
a. 1 ATP d. 4 ATP
b. 2 ATP e. 5 ATP
c. 3 ATP
4. Pigmen yang berfungsi menyerap energi cahaya, yakni ….
a. kloroplas d. karoten
b. klorofil e. fukoxantin
c. xantofil
5. Pada fermentasi alkohol didahului dengan ….
a. pengubahan asam piruvat menjadi asam asetat dan CO2
b. pengubahan asam piruvat menjadi asam laktat dan O2
c. pengubahan asam piruvat menjadi asam asetat dan H2O
d. pengubahan asam asetat menjadi asam piruvat
e. pengubahan asam asetat menjadi asam piruvat dan CO2

II. Uraian
1. Sebut dan jelaskan empat tahap reaksi respirasi.
2. Jelaskan berapa jumlah bersih ATP yang dihasilkan melalui respirasi aerobik setelah terjadi transpor elektron!
3. Jelaskan apa yang dimaksud unit fotosintetik dan pusat reaksi!
4. Bagaimana terjadinya fotolisis?
5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kemosintesis. Berilah contoh reaksinya.

KUNCI JAWABAN
1. A
Pada respirasi terjadi tahapan reaksi berikut:
Tahap 1 : glikolisis
Tahap antara : dekarboksilasi oksidatif
Tahap 2 : siklus Krebs
Tahap 3 : transpor elektron
2. C
Reaksi respirasi adalah sebagai berikut:
C6H12O6 + O2 --> CO2 + H2O + 36 ATP
Produk akhir dari respirasi adalah CO2, H2O (air), dan energi berupa 36 ATP.
3. B
Dalam rekasi glikolisis dihasilkan 2 ATP (dari 4 berkurang 2 ATP), 2 NADH, dan 2 mol asam piruvat.
4. B
Dalam fotosintesis terdapat komponen utama, yakni klorofil a. Klorofila terdapat di dalam tilakoid dan grana kloroplas. Tanpa adanya klorofil a maka reaksi fotosintesis tidak dapat terjadi, karena energi cahaya hanya dapat diserap oleh klorofil a.
5. A
Proses fermentasi alkohol secara ringkas adalah:
Glukosa --> asam piruvat --> etanol (C2H5OH) + CO2 + energi
Etanol, disebut juga etil alkohol, alkohol murni, alkohol absolut, atau alkohol saja, adalah sejenis cairan yang mudah menguap, mudah terbakar, tak berwarna, dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Senyawa ini merupakan obat psikoaktif dan dapat ditemukan pada minuman beralkohol dan termometer modern. Etanol adalah pelarut yang serbaguna, larut dalam air dan pelarut organik lainnya, meliputi asam asetat, aseton, benzena, karbon tetraklorida, kloroform, dietil eter, etilena glikol, gliserol, nitrometana, piridina, dan toluena.
6. Reaksi respirasi glukosa berlangsung dalam empat tahap, yaitu sebagai berikut:
a. Glikolisis
Pada tahap ini terjadi serangkaian reaksi penguraian satu molekul glukosa (6 atom C) menjadi due molekul asam piruvat (3 atom C), 2 NADH, dan 2 ATP
b. Dekarboksilasi oksidatif piruvat
Asam piruvat hasil glikolisis diubah menjadi menjadi asetil Co-A (2C) dangan melepaskan CO2 dan NADH.
c. Siklus Krebs atau daur asam sitrat
Senyawa asetil Co-A hasil dari dekarboksilasi oksidatif piruvat diuraikan menjadi CO2. Daur ini dinamakan daur asam sitrat karena senyawa 6C yang pertama kali dibentuk adalah asam sitrat. Daur asam sitrat disebut juga sebagai daur Krebs, yang diambil dari nama penemunya, yaitu Sir Hans Krebs. Siklus Krebs menghasilkan 1 FADH, 3 NADH, dan 1 ATP dari satu molekul Co-A.
d. Rantai transpor elektron
Rantai transpor elektron merupakan oksidasi terminal (ujung) dalam rantai respiratoris. Hidrogen yang dihasilkan pada tiga tahap pertama hingga tahap ketiga akhirnya berkombinasi dangan oksigen membentuk air. Agar hal ini dapat berlangsung, terjadi pengangkutan hidrogen sepanjang rantai sistem redoks, melalui transpor elektron. Energi yang dibebaskan oleh angkutan ini digunakan untuk membentuk ATP
7. Satu molekul NADH2 yang masuk pada transfer elektron dihasilkan 3 molekul ATP dan dari 1 molekul FADH2 dihasilkan 2 molekul ATP. Selama oksidasi 1 molekul glukosa terjadi 10 NADH2 (2 dari glikolisis, 2 dari dekarboksilasi oksidatif dan 6 dari siklus Krebs) dan 2 FADH2 (dari siklus Krebs). Jadi, secara keseluruhan ATP yang dihasilkan dari rantai transpor elektron adalah 10 x 3 = 30 dan 2 x 2 = 4 sehingga jumlahnya adalah 34 ATP. Hasil bersih ATP selama respirasi aerob adalah 34 + 2 ATP (glikolisis) + 2 ATP (siklus Krebs) = 38 ATP.
8. Unit-unit fotosintetik terdapat dalam membran tilakoid pada grana dari sebuah kloroplas. Unit fotosintetik terdiri atas sejumlah klorofil a, klorofil b, dan karotenoid yang masing-masing mempunyai klorofil a khusus sebagai pusat reaksi. Dalam membran tilakoid terdapat dua tipe unit fotosintetik, yaitu fotosistem (Photo-System) I dan II (PSI dan PSII). PS I disebut juga P700 dan PS II disebut P680 (sesuai puncak absorpsi panjang gelombang yang diserapnya). Fotosistem mengandung kumpulan pigmen tambahan yang akan memberikan energi foton yang ditangkapnya menuju molekul pigmen utama (pusat reaksi). Di pusat reaksi energi cahaya diubah menjadi energi kimia.
9. Pada saat sinar foton (energi cahaya dangan panjang gelombang yang sesuai) mengenai fotosistem, salah satu elektronnya akan terlepas (tereksitasi). Ketika elektron tersebut kembali lagi pada kedudukan awal, elektron itu akan mengeluarkan energi. Energi ini digunakan untuk memecah molekul air (H2O) menjadi 2H+, O2, dan elektron (2e-). Peristiwa pecahnya molekul air dinamakan fotolisis.
10. Kemosintesis merupakan reaksi penyusunan bahan organik dangan menggunakan energi yang diperoleh dari pemecahan senyawa kimia. Energi kimia ini digunakan untuk fiksasi CO2 menjadi karbohidrat. Salah satu organisme yang melakukan kemosintesis untuk membuat bahan organik adalah bakteri belerang. Organisme ini mengoksidasi H2S untuk memperoleh energi. Energi yang diperolehnya tersebut digunakan untuk mengasimilasi C. Reaksinya adalah sebagai berikut.
____________energi kimia
CO2 + 2H2S ------------------> CH2O + H2O
Energi yang diperoleh melalui kemosintesis ini biasanya berjumlah lebih sedikit jika dibandingkan dangan energi yang diperoleh dari fotosintesis.


Kompetensi Dasar: 2.3 Menjelaskan keterkaitan antara proses metabolisme karbohidrat dengan metabolisme lemak dan protein
Soal:
I. Pilihan Ganda
1. Dalam katabolisme karbohidrat, substrat utamanya adalah ... .
a. glukosa d. asam lemak
b. asam amino e. maltosa
c. gliserol
2. Apabila glukosa/heksosa habis, maka dalam tubuh akan mengambil ... sebagai bahan pengganti substrat dalam katabolisme.
a. protein d. vitamin
b. lemak e. karbohidrat
c. mineral
3. Molekul yang dapat menggantikan karbohidrat dan lemak dalam reaksi katabolisme adalah ... .
a. enzim d. protein
b. mineral e. sayur
c. vitamin
4. Jumlah energi yang dihasilkan karbohidrat setiap satu gram adalah ... .
a. 4,5 kkal d. 9,3 kkal
b. 2,4 kkal e. 7,1 kkal
c. 4,1 kkal
5. Lemak dapat disintesis dari karbohidrat melalui asetil KoA dan gliserol yang berasal dari ... .
a. asam piruvat d. ATP
b. PGAL e. FADH2
c. NADH

II. Isian
6. Pemecahan lemak dimulai dengan peristiwa ...dari trigliserid menjadi gliserol dan asam lemak.
7. Reaksi yang membutuhkan energi disebut reaksi ... .
8. Asam amino dapat diubah menjadi ... dan ... .
9. Asam amino yang dapat diubah menjadi asam lemak disebut... .
10. Asam amino yang mengalami pengurangan gugus amino akan langsung menuju ... .

KUNCI JAWABAN
1. A
Dalam katabolisme karbohidrat terjadi penguraian senyawa glukosa menjadi CO2 dan H2O serta pembebasan energi dalam bentuk ATP. Dengan demikian, substrat utamanya adalah glukosa.
2. B
Lemak dapat terurai menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak dapat berubah menjadi gliserol, sedangkan gliserol dapat berubah menjadi glukosa atau asam piruvat. Glukosa dan asam piruvat ini dapat direaksikan dalam rantai katabolisme.
3. D
Asam amino secara kimiawi dapat berubah menjadi glukosa dan asam lemak. Dalam tubuh akan terjadi pembongkaran protein jika tidak ditemukan karbohidrat atau lemak untuk kegiatan metabolisme dalam sel.
4. C
Jumlah energi yang dapat dihasilkan dari 1 gram protein sama dengan energi yang dihasilkan dari 1 gram karbohidrat, yaitu 4,1 kalori. Dengan demikian, jumlah ATP yang dihasilkannya akan sama pula. Adapun energi yang dihasilkan 1 gram lemak adalah sebesar 9,3 kalori atau hampir 2.5 kali lebih banyak dibanding dengan gula atau protein.
5. B
Pemecahan lemak dimulai dengan hidrolisis dari trigliserid menjadi gliserol dan asam lemak. Selanjutnya gliserol akan dimodifikasi menjadi gliseraldehid-3-fosfat (PGAL) dan masuk tahap ke-4 dari glikolisis menjadi asam piruvat, Asetil Ko A dan masuk daur Krebs.
6. hidrolisis
7. endergonik
8. asam lemak dan glukosa
9. asam amino ketogenik
10. siklus Krebs


Photobucket
-
RESPIRASI SEL (SUATU KATABOLISME)

Di dalam setiap sel hidup terjadi proses metabolism. Salah satu proses tersbut adalah katabolisme. Katabolisme disebut pula disimilasi, karena dalam proses ini energi yang tersimpan ditimbulkan kembali atau dibongkar untuk menyelenggarakan proses-proses kehidupan.
-
FOTOSINTESIS (SUATU ANABOLISME)

Suatu ciri hidup yang hanya dimiliki oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalam mengggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organic serta diasimilasi dalam tubuh tumbuhan. Oleh karena proses pengubahan itu memerlukan energy cahaya, maka asimilasi zat karbon disebut fotosintesis. Atau secara lengkap pengertian fotosintesis atau asimilasi karbon ialah proses pengubahan zat-zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil menjadi zat organic karbohidrat dengan bantuan cahaya.

Peristiwa fotosintesis dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi kimia sebagai berikut:
Cahaya
6 CO2 + 6 H2O -------------> C6H12O6 + 6 O2
Klorofil
Kloroplas sebagai bahan dasar fotosintesis memiliki energi dari sinar matahari disimpan lalu diubah menjadi molekul dan glukosa. Di dalam mitokondria energi yang telah diubah menjadi glukosa dibongkar kembali untuk digunakan bagi keperluan proses-proses dalam sel.

Kloroplas dibungkus oleh dua lapisan (membran), lapisan dalam berupa suatu membran yang kompleks, pada membran ini terdapat beberapa lapisan kantung yang rata, disebut grana. Zat warna klorofil dan molekul-molekul yang membantu penangkapan sinar matahari berada di dalam grana. Di dalam seluruh grana terdapat larutan protein yang disebut stroma.


TAHAPAN FOTOSINTESIS

Proses fotosintesis yang terjadi di kloroplas melalui dua tahap reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap.

1. Reaksi terang
Terjadi bila terdapat sinar, misalkan sinar matahari. Selama tahap ini klorofil didalam membrane gana menyerap sinar merah dan nila yang bergelombang panjang pada spektrum sinar. Energi yang ditangkap oleh klorofil digunakan untuk memecah molekul air. Pemecahan ini disebut fotolisis. Fotolisis mengakibatkan molekul air pecah menjadi hydrogen dan oksigen. Reaksi fotolisis dapat ditulis dengan persamaan:
2H2O ------> 2H2 + O2
H2 yang terlepas ditampung oleh koenzim NADP. Dalam hal ini, NADP bertindak sebagai akseptor H2, bentuknya berubah menjadi NADPH2 dan O2tetap dalam keadaan bebas.
NADP (Nikotinamida Adenin Dinukleotida Fosfat) merupakan koenzim yang penting peranannya dalam kegiatan oksidasi reduksi dan banyak terdapat dalam sel hidup. Selama proses tersebut dihasilkan ATP.

2. Reaksi gelap
Blackman (1905) adalah seorang ahli membuktikan bahwa reduksi dari CO2 ke CHO berlangsung tanpa sinar. Sehingga reaksi gelap disebut pula sebagai reaksi blackman atau reduksi CO.

Bila reaksi terang (Hill) dan reaksi gelap (blackman) digabung maka reaksinya sebagai berikut:
Hill:
2NADP
2H2O -------> H2 + O2
Balckman:
CO2 + 2NADPH2 + O2 -------> 2NADP + H2 + CO + O + H2 + O2

Penggabungan :
2 H2O + CO2 -------> CH2O + H2 + O2
Bila baris terakhir ini dikalikan 6 , maka kita akan memperoleh:
12 H2O + 6 CO2 (CH2O)6 + 6 H2 + 6 O2

Reaksi gelap merupakan penyusutan CO2 oleh H2 yang dibawa oleh NADP tersebut. Dalam peristiwa ini, penyusutan CO2 tidak membutuhkan sinar, sehingga reaksi tersebut dinamakan reaksi gelap.


KEMOSINTESIS

Peristiwa asimilasi dengan zat kimia sebagai sumber energinya disebut sebagai kemosintesis,organism pelakunya disebut sebagai organisme kemosintetik atau kemoautotrof. Organisme kemoautotrof ini juga menggunakan CO2 sebagai sumber karbonnya, akan tetapi energy untuk melakukan proses asimilasi berasal dari energi kimia, bukan dari cahaya. Energi diperoleh dari hasil oksidasi senyawa anorganik yang diperoleh dari lingkungannya, misal : sulfide, nitrogen , sulfur, besi, ammonia, nitrit.

Organisme pelaku kemosintesis :
a. Bakteri belerang, misal Beggiatoa, Thiotrix.
b. Bakteri nitrifikasi, misal Nitrosomonas, Nitrosococcus, Nitrobacter. Bakteri nitrifikasi banyak ditemukan di bintil akar tumbuhan kacang-kacangan.
c. Bakteri besi, misal Ferrobacillus.

Jadi kemosintesis menggunakan bahan anorganik sebagai sumber energinya dan CO2 sebagai sumber karbon dan air.
Untuk lebih jelas lihat bagan persamaan di bawah ini :
Senyawa anorganik + O2 -------> E + hasil samping
H2O --------> H2 + O2
CO2 + H2 --------> glukosa


Photobucket
-
Metabolisme merupakan aktivitas hidup yang selalu terjadi pada setiap sel hidup, pada metabolism sel bahan dan energy diperoleh dari lingkungan sel yang berupa cairan. Cairan yang mengelilingi sel disebut cairan ekstrasel. Cairan ini terdiri dari ion dan gas berikut:
1. Gas (terutama O2 dan CO2)
2. Ion anorganik (terutama Na+, Cl- ,K , Ca++, HCO3, PO4).
3. Zat organik (makanan dan vitamin )
4. Hormon
Mekanisme pertukaran zat dalam sel dengan cairan eksternal melalui lima cara, yaitu difusi, osmosis, transport aktif, endositosis, dan eksositosis. Bahan yang terdapat dalam cairan sel dapat digunakan sebagai bahan baku gula, asam lemak, gliserol dan asam aminoyang kemudian disusun menjadi makromolekul sel seperti polisakarida, lipid dan protein asam nukleat.
Metabolisme dapat dogolongkan menjadi dua, yaitu proses penyusunan (anabolisme) dan proses pembongkaran (katabolisme).


UNSUR-UNSUR DALAM METABOLISME

A.Enzim

Beberapa reaksi kimia dalam tubuh mahluk hidup terjadi sangat cepat. Hal ini terjadi karena adanya suatu zat yang membantu proses tersebut. Bila zat ini tidak ada ada maka proses – proses tersebut akan terjadi lambat atau tidak berlangsung sama sekali. Zat tersebut dikenal dengan nama fermen atau enzim. Enzim adalah biokatalisator, yang artinya senyawa dapat mempercepat reaksi-reaksi biologi tanpa mengalami perubahan struktur kimia.
Menurut Kuhne (1878), enzim berasal dari kata in + zyme yang berarti sesuatu didalam ragi.Berdasarkan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa enzim adalah suatu protein yang berupa molekul – molekul besar, yang berat molekulnya adalah ribuan. Sebagai contoh adalah enzim katalase berat molekulnya 248.000 sedang enzim urese beratnya adalah 438.000.
Pada enzim terdapat bagian protein yang tidak tahan panas yaitu disebut dengan apoenzim, sedangkan bagian yang bukan protein adalah bagian yang aktif yang disebut gugus prostetik, biasanya berupa logam seperti besi, tembaga, seng atau suatu bahan senyawa organik yang mengandung logam. Apoenzim dan gugus prostetik merupakan suatu kesatuan yang disebut holoenzim, tetapi ada juga bagian enzim yang apoenzim dan gugus prospetiknya tidak menyatu. Bagian gugus prostetik yang lepas disebut koenzim, yang aktif seperti halnya gugus prostetik.
Contoh koenzim adalah vitamin atau bagian vitamin (misalnya : vitamin B1, B2, B6, niasin dan biotin).

1. Cara kerja enzim
Ada dua cara kerja enzim, yaitu model kunci gembok dan induksi pas.
a. Model gembok-kunci (lock and key)
Enzim dimisalkan sebagai gembok karena memiliki sebuah bagian kecil yang dapat berikatan dengan substrat . bagian tersebut disebut sisi aktif.
Substrat dimisalkan sebagai kunci karena dapat berikatan secara pas dengan sisi aktif enzim (gembok).
b. Model induksi pas (induced fit/)
Pada model ini sisi aktif enzim dapat berubah bentuk sesuai dengan bentuk substratnya.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim
a. Temperatur/suhu
Oleh karena enzim tersusun dari protein maka enzim sangat peka terhadap temperatur. Temperatur yang terlalu tinggi dapat menyebabkan denaturasi protein. Temperatur yang terlalu rendah dapat menghambat reaksi. Pada umumnya temperatur optimum enzim adalah 30-40 derajat Celcius.
Kebanyakan enzim tidak menunjukkan reaksi jika suhu turun sampai 0 derajat Celcius, namun enzim tidak rusak. Apabila suhu normal maka enzim akan aktif kembali. Enzim tahan pada suhu rendah, namun rusak diatas suhu 50 derajat Celcius.

b. Perubahan pH
Enzim juga sangat terpengaruh oleh pH. Perubahan pH dapat mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim sehingga menghalangi sisi aktif berkombinasi dengan substratnya. pH optimum yang diperlukan berbeda-beda tergantung jenis enzimnya.

c. Konsentrasi enzim dan substrat
Agar reaksi berjalan optimum maka perbandingan jumlah antara enzim dan zubstrat harus sesuai. Jika enzim terlalu sedikit dan substrat terlalu banyak reaksi akan berjalan lambat bahkan ada substrat yang tidak terkatalisasi. Semakin banyak enzim, reaksi akan semakin cepat.

3. Inhibitor Enzim
Seringkali enzim dihambat oleh suatu zat yang disebut inhibitor, ada dua jenis inhibitor yaitu sebagai berikut:
a. Inhibitor kompetitif.
Pada penghambatan ini zat-zat penghambat mempunyai struktur yang mirip dengan struktur substrat. Dengan demikian baik substrat maupun zat penghambat berkompetisi atau bersaing untuk bersatu dengan sisi aktif enzim, jka zat penghambat lebih dulu berikatan dengan sisi aktif enzim, maka substratnya tidak dapat lagi berikatan dengan sisi aktif enzim.

b. Inhibitor nonkompetitif
Pada penghambatan ini, substrat sudah tidak dapat berikatan dengan kompleks enzim-inhibitor, karena sisi aktif enzim berubah.

4. Nomenklatur dan klasifikasi enzim
Enzim diberi nama dengan menambahkan akhiran ase terhadap nama substrat yang diubah oleh enzim tersebut, misalnya enzim maltase menjadi glukosa; enzim yang mengubah lemak (lipid) adalah lipase; enzim–enzim yang mengadakan perubahan karbohidrat merupakan kelompok karbohidrase.
Berdasarkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam suatu reaksi, enzim dapat digolongkan menjadi golongan berikut:

a. Golongan Hidrolase,
yaitu enzim yang dengan penambahan air atau dengan adanya air dapat mengubah suatu substrat menjadi hasil akhir, misalnya karboksilase, protese dan lipase.

b. Golongan Desmolase,
yaitu enzim yang dapat memecah ikatan C – C atau C – N , contohnya enzim – enzim peroksidase, dehidrogenase, katalase, karboksilase dan transaminase.
Dengan berkembangnya ilmu generika dan dilakukannya berbagai percobaan di bidang ini, dapat dibuktikan bahwa pembentukan enzim atau kelompok enzim diatur oleh gen atau keompok gen dalam kromosom. George beadle dan Edward tatum mendapat hadiah nobel pada tahun 1958 dalam menemukan gen – gen pengandali sintesis protein dan enzim, yang disimpulkan dalam suatu teori “one gene one enzyme”.
Sifat-sifat enzim :
1) Sebagai biokatalisator :
- mempengaruhi kecepatan reaksi kimia, tetapi zat tersebut tidak mengalami perubahan kimia yang bersifat permanen.
- jumlah tidak perlu banyak
2) Bersifat spesifik, artinya suatu enzim hanya aktif pada substrat tertentu.
3) Dipengaruhi suhu :
- suhu maksimum
- suhu optimum ±40derajat Celcius
- suhu minimum
4) dipengaruhi pH , suatu ezim hanya aktif pada pH tertentu saja
5) dapat bekerja di luar dan di dalam sel.


Photobucket
-